TANGERANG — Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, S.H., M.M., secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Tangerang di Gedung Serbaguna Cikupa pada tanggal 4 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Ibu Saras menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang berhalangan hadir secara langsung dalam pembukaan kegiatan tersebut.
"Bapak Bupati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena tidak dapat membuka kegiatan Rakerda PDPM Kabupaten Tangerang secara langsung, dikarenakan jadwal beliau yang bertepatan dengan menghadiri rangkaian agenda Peringatan HUT Provinsi Banten," ujar Saras menyampaikan pesan Bupati.
Mewakili Pemerintah Kabupaten, Saras memaparkan komitmen nyata Bupati Rudy Maesyal Rasyid dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang. Salah satunya melalui alokasi program Beasiswa Tangerang Gemilang serta insentif bagi Guru PAUD.
Saras mengungkapkan bahwa program beasiswa tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh para mahasiswa di kampus-kampus lokal seperti Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin (UNIMAR) dan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Khusus di UMT, Pemkab Tangerang bahkan memberikan alokasi beasiswa kedokteran bagi putra-putri daerah.
"Tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, komitmen Beasiswa Tangerang Gemilang ini bahkan sudah menjangkau mahasiswa asal Kabupaten Tangerang yang menempuh pendidikan di luar negeri, salah satunya di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir," jelasnya.
Melalui pesan yang disampaikan Saras, Bupati berharap Rakerda PDPM Kabupaten Tangerang dapat menghasilkan perumusan program kerja yang aplikatif dan berdampak luas bagi kemaslahatan masyarakat.
Di sisi lain, Asda I juga menyoroti isu krusial terkait perlindungan perempuan di wilayah Kabupaten Tangerang. Ia menceritakan bahwa saat ini telah dibentuk gerakan 'Srikandi Jaga Desa' untuk merespons berbagai kerentanan yang dihadapi kelompok perempuan.
"Perempuan di daerah kita masih sangat rentan terhadap isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), beban ganda sebagai pekerja penopang ekonomi keluarga, hingga tingginya angka perceraian. Kehadiran Srikandi Jaga Desa menjadi salah satu langkah proteksi di tingkat akar rumput," papar Saras.
Oleh karena itu, ia mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk merancang program yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
"Ibu Asda 1 berharap dalam Rakerda ini, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tangerang dapat merumuskan program-program kerja yang berbasis pada kesetaraan gender, sehingga perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan keluarga dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah," pungkasnya.
Kontributor Penulis : Faisal Kemal








Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.