BEKASI — Doktrin kaku dan pola kaderisasi formal ala organisasi keagamaan konvensional mulai ditinggalkan Generasi Z. Sadar akan ancaman krisis regenerasi, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Jatiasih, Kota Bekasi, terpaksa mengubah strategi rekrutmen mereka dengan meluncurkan wadah baru bertajuk “Katanya Anak Muda” (KAM) pada Minggu (4/10/2026) di Gedung BLK Masjid Abdullah Abdul Aziz Almani, Jatiasih.
Langkah ini memperlihatkan pengakuan terbuka dari internal Muhammadiyah: pendekatan informal yang berbasis minat kini jauh lebih mendesak ketimbang jalur formal organisasi yang cenderung kaku.
Inisiator KAM, Hady Rianto, menegaskan bahwa gerakan ini sengaja dilepaskan dari sekat-sekat formalitas agar anak muda mau mendekat.
“Katanya Anak Muda ini dirancang lebih inklusif untuk Gen Z yang membutuhkan wadah kreativitas dan sarana berekspresi,” ungkap Hady, yang juga Ketua Bidang Media, Komunikasi, dan Informasi PCPM Jatiasih. Ke depan, merek KAM akan dicangkokkan ke berbagai lini kegiatan populer, mulai dari akademi digital, olahraga (KAM Sport), hingga kewirausahaan (KAMpreneurship).
Sinyal 'banting setir' ini diakui secara jujur oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jatiasih, M. Farid Pasha. Ia tak menampik bahwa metode kaderisasi klasik seperti Baitul Arqam atau Darul Arqam tidak lagi ampuh untuk menarik minat anak muda zaman sekarang jika diterapkan di tahap awal perjumpaan.
“Harus ada model perekrutan yang lebih cair. Ruang perjumpaan informal ini penting agar anak muda bisa mengenal Muhammadiyah melalui kegiatan yang masuk dalam radar minat mereka, bukan lewat keharusan masuk struktur,” tegas Farid.
Sebagai langkah pembuka di Gedung BLK Masjid Abdullah Abdul Aziz Almani tersebut, KAM Academy resmi diluncurkan untuk membekali Gen Z dengan keterampilan digital serta pemahaman isu sosial-teknologi. Strategi ini membalik pendekatan lama: alih-alih menuntut komitmen ideologi di awal, Pemuda Muhammadiyah memilih memberi ruang berkarya dan berjejaring terlebih dahulu.
Langkah Jatiasih ini menjadi pertaruhan baru bagi organisasi keagamaan di tingkat tapak. “Katanya Anak Muda” bukan lagi sekadar nama program, melainkan pengakuan bahwa Gen Z tak bisa lagi dijaring dengan cara-cara lama.
Kontributor : Faisal Kemal





Sri Nur Karyati
Kegiatan yang sangat menginspirasi anak muda. Ini merupakan bentuk cara da'wah yang relevan dan relate dengan kondisi anak muda saat ini. Harapannya, kegiatan ini lebih berkembang dengan inovasi-inovasi yang digemari kaum muda sehingga rekrutmen dan kaderisasi akan senantiasa berkelanjutan.