kerenjasaMU. com JAKARTA
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKm) berupa sosialisasi pengelolaan usaha bagi warga pelaku UMKM di lingkungan RT 002/RW 010, Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (21/07/2026).
Kegiatan yang dihadiri Ketua RT 002/RW 010, Nur Ali, diikuti juga oleh warga yang memiliki berbagai jenis usaha, antara lain usaha merchandise, warung kelontong, penjualan bakso, rumah makan, dan usaha rumahan lainnya.
Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat, Yudi Nur Supriadi, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM, meningkatkan kemampuan dalam merencanakan, mengelola, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Pelaku UMKM perlu memiliki perencanaan yang jelas, serta pencatatan usaha yang tertib. Dengan mengetahui pemasukan, biaya, keuntungan, dan kebutuhan modal, pelaku usaha dapat mengambil keputusan secara lebih tepat,” ujar Yudi.
Ketua RT 002/RW 010, Nur Ali, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, warga pelaku usaha membutuhkan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga. Kami berharap pelaku usaha semakin tertib mengatur keuangan, meningkatkan pemasaran, dan mampu mempertahankan usahanya di tengah persaingan,” kata Nur Ali.
Koperasi Sebagai Kekuatan Usaha Bersama
Anggota tim dosen, Sumilir, S.E., M.M., CRP., menyampaikan, pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha.
Ia juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan koperasi, sebagai wadah untuk memperkuat kegiatan ekonomi bersama.
“Koperasi dapat membantu pelaku UMKM dalam pengadaan bahan baku, akses pembiayaan, pemasaran bersama, dan peningkatan posisi tawar. Namun, koperasi harus dikelola secara transparan, profesional, dan berdasarkan kebutuhan nyata anggotanya,” jelas Sumilir.
Menurutnya, pembelian bahan baku secara kolektif melalui koperasi berpotensi menekan biaya. Selain itu, koperasi dapat menjadi sarana simpan pinjam produktif, penyediaan kemasan, promosi bersama, serta pengembangan jaringan pemasaran bagi usaha warga.
Ia mengingatkan, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada komitmen, kepercayaan, partisipasi anggota, pencatatan keuangan yang tertib, dan pertanggungjawaban pengurus secara terbuka.
Pemasaran dan Pelayanan Perlu Diperkuat
Anggota dosen lainnya, Munasiron Miftah, S.E., M.M., CRP., menekankan, produk yang berkualitas perlu didukung oleh strategi pemasaran yang tepat.
“Pelaku usaha perlu mengenali keunggulan produknya dan memahami kebutuhan konsumen. Media sosial, aplikasi pesan singkat, foto produk, kemasan, serta informasi harga yang jelas dapat digunakan untuk memperluas pemasaran,” tuturnya.
Sementara itu, Ir. Muhaswad Dwiyanto, M.Pd. menjelaskan pemanfaatan teknologi tidak harus dimulai dari sistem yang rumit. Penggunaan telepon pintar untuk mencatat pesanan, membuat katalog, menyimpan data pelanggan, dan mempromosikan produk merupakan langkah digitalisasi sederhana yang dapat meningkatkan efisiensi usaha.
“Teknologi sebaiknya digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelaku usaha. Yang terpenting adalah teknologi tersebut membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, tertib, dan mudah,” ujarnya.
Dra. Heni Nastiti, M.M. menambahkan bahwa pelayanan pelanggan menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan usaha.
“Pelanggan tidak hanya menilai produk, tetapi juga keramahan, kebersihan, ketepatan pelayanan, dan cara pelaku usaha menanggapi keluhan. Pelayanan yang baik dapat membangun kepercayaan dan mendorong pelanggan untuk kembali,” kata Heni.
Mahasiswa Menjadi Moderator dan Pendamping Peserta
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut juga melibatkan mahasiswa, yaitu Aditya Yoga Kusuma dan Rizky Syahputra.
Aditya berperan sebagai moderator yang memandu jalannya acara, mengatur sesi penyampaian materi, serta menghubungkan pertanyaan peserta dengan para narasumber.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat belajar berkomunikasi langsung dengan masyarakat dan memahami berbagai persoalan nyata yang dihadapi pelaku UMKM,” ujar Aditya.
Rizky membantu kesiapan teknis, penerimaan peserta, distribusi materi, dokumentasi, serta pendampingan selama sesi diskusi. Ia juga membantu peserta yang membutuhkan penjelasan tambahan mengenai pencatatan usaha dan pemanfaatan media digital.
“Keterlibatan mahasiswa diharapkan tidak hanya membantu kelancaran acara, tetapi juga memberikan pengalaman dalam menerapkan pengetahuan untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” kata Rizky.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta menyampaikan sejumlah persoalan, seperti kenaikan harga bahan baku, keterbatasan modal, kesulitan menentukan harga jual, persaingan usaha, dan belum optimalnya pemasaran digital.
Tim dosen dan mahasiswa memberikan alternatif penyelesaian yang disesuaikan dengan jenis dan skala usaha masing-masing peserta. Pelaku UMKM didorong untuk memulai perbaikan melalui langkah sederhana, seperti memisahkan uang pribadi dan usaha, mencatat transaksi setiap hari, menjaga kualitas produk, memperbaiki pelayanan, serta memperluas promosi.
Melalui kegiatan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat UPN Veteran Jakarta berharap pelaku UMKM di RT 002/RW 010 Pondok Labu, mampu mengembangkan usaha secara mandiri, memperkuat kerja sama melalui koperasi, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pengurus lingkungan, dan masyarakat pelaku usaha. (*)


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.